Opini

MERAWAT SILATURAHMI, MENEGUHKAN DEMOKRASI DI ROTE NDAO

Oleh :

Agabus Lau – Ketua KPU Kabupaten Rote Ndao

 

Masyarakat awam sering kali memahami demokrasi sebatas proses memilih pemimpin: datang ke tempat pemungutan suara, mencoblos, lalu menunggu hasilnya diumumkan. Padahal demokrasi yang sehat tidak hanya berdiri di atas prosedur pemungutan suara. Ia bertumbuh dari sesuatu yang lebih mendasar—kepercayaan publik, kesadaran warga, serta hubungan sosial yang terjaga di tengah masyarakat. Tanpa fondasi itu, demokrasi mudah kehilangan maknanya meskipun secara prosedural berjalan dengan baik.

Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, bulan Ramadhan selalu menghadirkan ruang kebersamaan yang istimewa. Ramadhan bukan hanya momentum spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga momentum sosial yang mempertemukan banyak orang dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Tradisi berkumpul, berbagi, dan saling menyapa di bulan ini menghadirkan ruang perjumpaan yang memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Dari ruang-ruang kebersamaan seperti inilah nilai persaudaraan dan saling percaya terus dirawat.

Melihat potensi kebersamaan yang lahir dari suasana Ramadhan tersebut, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rote Ndao memanfaatkannya melalui Program SeDap Ramadhan (Safari Demokrasi Partisipatif). Program yang diprakarsai oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dirancang sebagai ruang silaturahmi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat di berbagai masjid selama bulan Ramadhan. Melalui perjumpaan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, tercipta kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara lembaga publik dan masyarakat.

Namun SeDap Ramadhan tidak dimaksudkan sekadar sebagai kunjungan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU dalam menjalankan pendidikan pemilih secara berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan pun tidak selalu melalui sosialisasi formal, melainkan melalui perjumpaan yang lebih humanis dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Dalam percakapan yang terjadi di tengah suasana kebersamaan, nilai-nilai demokrasi dapat disampaikan secara sederhana namun tetap bermakna.

Pendidikan pemilih berkelanjutan sendiri merupakan bagian penting dalam penguatan demokrasi. Program ini bertujuan memberikan informasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang kepemiluan kepada masyarakat secara terus-menerus, tidak hanya menjelang pemilu atau pemilihan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memahami proses teknis pemilu, tetapi juga menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi.

 

Pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan karakter kehidupan sosial masyarakat di daerah seperti Rote Ndao. Kehidupan masyarakat yang erat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati menjadikan dialog sosial sebagai cara yang efektif untuk membangun kesadaran bersama. Dalam lingkungan sosial yang seperti ini, silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan juga sarana untuk memperkuat rasa saling percaya.

Kepercayaan publik sendiri merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi. Proses pemilu yang transparan dan akuntabel memang menjadi syarat utama, tetapi kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui mekanisme teknis semata. Ia juga tumbuh dari kedekatan sosial antara lembaga publik dan masyarakat yang dilayani. Ketika komunikasi berlangsung terbuka dan masyarakat merasa dihargai, partisipasi dalam kehidupan demokrasi pun akan tumbuh secara alami.

Di sisi lain, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan demokrasi. Arus informasi yang begitu cepat melalui media digital membuka peluang bagi penyebaran disinformasi dan berita bohong. Ditambah lagi dengan praktik politik uang yang masih menjadi persoalan dalam berbagai kontestasi politik. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat dapat dengan mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau oleh praktik-praktik yang merusak integritas pemilu.

Karena itu, pendidikan pemilih menjadi semakin penting. Masyarakat yang memiliki literasi demokrasi yang baik akan lebih mampu bersikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta berani menolak praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai demokrasi. Pemilih yang sadar dan berintegritas pada akhirnya menjadi kunci lahirnya proses demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Dalam konteks inilah program SeDap Ramadhan menemukan maknanya yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi secara berkelanjutan. Dari ruang-ruang kebersamaan di bulan Ramadhan, pesan tentang pentingnya partisipasi, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi dapat terus ditumbuhkan.

Pada akhirnya, demokrasi bukan hanya tentang mekanisme politik, melainkan juga tentang kehidupan bersama. Ia tumbuh dari masyarakat yang mampu menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan membangun kepercayaan satu sama lain. Ketika silaturahmi terus dirawat dan pendidikan pemilih dilakukan secara berkelanjutan, fondasi demokrasi akan semakin kokoh. Dari ruang-ruang kebersamaan itulah harapan tentang demokrasi yang damai, partisipatif, dan bermartabat terus tumbuh di Rote Ndao.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 37 kali